Tuesday, December 30, 2014

Keadaan Sosial atau Hubungan Sosial dalam Kelas dan Kampus Secara Umum

Hubungan Sosial di Lingkungan Kampus


Pada dasarnya manusia itu adalah makhluk social termasuk saya sebagai salah satu mahasiswa di Universitas Gunadarma jurusan Sastra Inggris. Menurut saya hubungan social antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya cukup baik dan masing masing dari mahasiswa dapat bertukar ilmu dengan teman sekelasnya ataupun teman yang berbeda kelas. Jalinan komunikasi antar mahasiswa pun terbilang baik untuk berbagi ilmu, tugas ataupun hanya sekedar berinteraksi satu sama lain. Di luar kelas pun kami sebagai mahasiswa juga banyak menjalin komunikasi dengan kelas ataupun fakultas lain, dengan hal ini pun hubungan sosial kami dengan mahasiswa lainnya dibilang sangat baik dan cukup cepat untuk berbaur dengan yang lain.

Fungsi Agama Bagi Masyarakat (Minggu 9)

Apa sih fungsi agama untuk kita semua ?


Kali ini saya akan mengutip sebuah tulisan tentang fungsi agama bagia kehidupan bermasyarakat. seperti yang umumnya sudah kita ketahui bahwa agama sudah ada semenjak peradaban manusia tumbuh, tetapi apa sebenarnya fungsi agama bagi kehidupan bermasyarakat itu sendiri?
berikut adalah beberapa poin menurut Prof. H. Jalaluddin dalam salah satu karya tulisnya :

1. Fungsi Edukatif (Pendidikan). Ajaran agama secara yuridis (hukum) berfungsi menyuruh/mengajak dan melarang yang harus dipatuhi agar pribagi penganutnya menjadi baik dan benar, dan terbiasa dengan yang baik dan yang benar menurut ajaran agama masing-masing.

2. Fungsi Penyelamat. Dimanapun manusia berada, dia selalu menginginkan dirinya selamat. Keselamatan yang diberikan oleh agama meliputi kehidupan dunia dan akhirat. Charles Kimball dalam bukunya Kala Agama Menjadi Bencana melontarkan kritik tajam terhadap agama monoteisme (ajaran menganut Tuhan satu). Menurutnya, sekarang ini agama tidak lagi berhak bertanya: Apakah umat di luat agamaku diselamatkan atau tidak? Apalagi bertanya bagaimana mereka bisa diselamatkan? Teologi (agama) harus meninggalkan perspektif (pandangan) sempit tersebut. Teologi mesti terbuka bahwa Tuhan mempunyai rencana keselamatan umat manusia yang menyeluruh. Rencana itu tidak pernah terbuka dan mungkin agamaku tidak cukup menyelami secara sendirian. Bisa jadi agama-agama lain mempunyai pengertian dan sumbangan untuk menyelami rencana keselamatan Tuhan tersebut. Dari sinilah, dialog antar agama bisa dimulai dengan terbuka dan jujur serta setara.

3. Fungsi Perdamaian. Melalui tuntunan agama seorang/sekelompok orang yang bersalah atau berdosa mencapai kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri, sesama, semesta dan Alloh. Tentu dia/mereka harus bertaubat dan mengubah cara hidup.

4. Fungsi Kontrol Sosial. Ajaran agama membentuk penganutnya makin peka terhadap masalah-masalah sosial seperti, kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga mendorong untuk tidak bisa berdiam diri menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem kehidupan yang ada.

5. Fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas. Bila fungsi ini dibangun secara serius dan tulus, maka persaudaraan yang kokoh akan berdiri tegak menjadi pilar "Civil Society" (kehidupan masyarakat) yang memukau.

6. Fungsi Pembaharuan. Ajaran agama dapat mengubah kehidupan pribadi seseorang atau kelompok menjadi kehidupan baru. Dengan fungsi ini seharusnya agama terus-menerus menjadi agen perubahan basis-basis nilai dan moral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

7. Fungsi Kreatif. Fungsi ini menopang dan mendorong fungsi pembaharuan untuk mengajak umat beragama bekerja produktif dan inovatif bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.

8. Fungsi Sublimatif (bersifat perubahan emosi). Ajaran agama mensucikan segala usaha manusia, bukan saja yang bersifat agamawi, melainkan juga bersifat duniawi. Usaha manusia selama tidak bertentangan dengan norma-norma agama, bila dilakukan atas niat yang tulus, karena untuk Alloh, itu adalah ibadah.

 

Sumber : http://defanani.blogspot.com/2012/10/fungsi-agama-dalam-kehidupan-masyarakat.html  

Hubungan Antara Kemajuan Ilmu Teknologi Dengan Tingkat Kesejahteraan Manusia (Minggu 8)

Kemajuan Teknologi dan Kesejahteraan Manusia

Teknologi, seperti yang kita ketahui saat ini berkembang dengan sangat pesat. diawali dari sektor komunikasi, informasi, transportasi, sarana dan prasarana dan dihampir semua unsur di dalam kehidupan manusia saat ini tidak bisa terlepas dari kebutuhan akan teknologi. lalu bagaimanakah kemajuan teknologi dapat berkaitan dengan tingkat kesejahteraan manusia?
di dalam pembahasan kali ini saya akan menarik sebuah hubungan positif antara kemajuan teknologi dengan tingkat kesejahteraan manusia yang terbagi dalam beberapa point sebagai berikut :
1. Dengan berkembangnya Ilmu teknologi manusia semakin dipermudah dalam kegiatan sehari - hari. 2. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat karena teknologi kesehatan semakin berkembang. 3. Mudahnya mobilisasi jarak jauh karena teknologi transportasi yang kian membaik. 4. Berkomunikasi jarak jauh dipermudah dengan adanya teknologi selular. 5. Banyak informasi tentang apapun yang sangat mudah diakses melalui teknologi internet.
dengan adanya poin diatas kita dapat menyimpulkan bahwa dengan pesatnya perkembangan teknologi, maka kehidupan manusia pun akan semakin dipermudah lalu tingkat kesejahteraan pun kian meningkat.

Pengertian Integerasi Nasional

Integrasi Nasional




Pengertian Integrasi Nasional:

Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.



Faktor-faktor pendorong integrasi nasional sebagai berikut:

1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.

2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia, sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.



Faktor-faktor penghambat integrasi nasional sebagai berikut: 

1. Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam) dalam faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya. 

2. Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas ribuan kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas.

3. Besarnya kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang merongrong keutuhan, kesatuan dan persatuan bangsa, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.



Contoh dari Intergrasi Nasional adalah sebagai berikut:
1. Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta oleh Pemerintah Republik Indonesia yang diresmikan pada tahun 1976. Di kompleks Taman Mini Indonesia Indah terdapat anjungan dari semua propinsi di Indonesia (waktu itu ada 27 provinsi). Setiap anjungan menampilkan rumah adat beserta aneka macam hasil budaya di provinsi itu, misalnya adat, tarian daerah, alat musik khas daerah, dan sebagainya.

2.  Sikap toleransi antarumat beragama, walaupun agama kita berbeda dengan teman, tetangga atau saudara, kita harus saling menghormati.